Jatinangor, Lodji.id — Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 5,4 juta orang sejak Januari 2025.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa jumlah tersebut setara dengan populasi Singapura. “Selama 5,5 bulan, kami memberi makan bergizi kepada 5,4 juta warga,” kata Dadan di Kampus IPDN Jatinangor, Selasa malam (24/6/2025). “Angka itu mencerminkan skala kerja yang sudah kami lakukan.”
Baca Juga :
Rekam Jejak Abdul Kadir Karding, Menteri P2MI yang Dorong Warga Kerja di Luar Negeri
Meski begitu, pemerintah masih harus mengejar target 82,9 juta penerima secara nasional. Untuk mempercepat capaian itu, pemerintah sedang menyiapkan 30.000 Sarjana Penggerak.
“Kami melatih para sarjana selama tiga bulan,” ujar Dadan. “Pelatihan akan selesai pada 14 Juli 2025. Setelah itu, kami akan mengirim mereka ke daerah.” Ia menambahkan bahwa percepatan distribusi akan mulai terlihat pada akhir Juli.
Pemerintah juga meminta pemerintah daerah ikut berperan aktif. Dadan menegaskan bahwa program ini tidak bisa berjalan sendiri. “Semua penerima manfaat tinggal di daerah. Infrastruktur juga ada di sana. Karena itu, kepala daerah wajib menyinergikan pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga :
Menaker Karding Dorong Warga Bekerja ke Luar Negeri untuk Tekan Angka Pengangguran
Saat ini, pemerintah telah membentuk 1.855 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG bertugas memproduksi dan mendistribusikan makanan siap saji kepada anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pemerintah menargetkan program MBG akan menjangkau seluruh penerima pada akhir November 2025, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.