Jepara, Lodji.id – Malam puncak Festival Thongtek Ramadhan 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Jepara pada Jumat, 21 Maret 2025, berhasil menarik perhatian ribuan warga. Acara yang dimulai di depan SASANA Family Sport Centre tersebut diikuti oleh 26 peserta dari berbagai kecamatan dan desa di Jepara. Masing-masing peserta berkompetisi memperebutkan Piala Bergilir Bupati Jepara dengan total hadiah mencapai Rp4,5 juta.
Rute festival dimulai dari SDN Panggang Kampus dan melintasi beberapa jalan utama di Jepara, termasuk Jalan Mangunsarkoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Brigjen Katamso, dan Jalan Kartini, sebelum kembali ke titik awal. Festival ini memperlihatkan semangat masyarakat Jepara dalam merayakan bulan Ramadhan sekaligus melestarikan budaya lokal, khususnya musik tradisional thongtek.
Para peserta festival, yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan dan desa di Kabupaten Jepara, tampil dengan semangat tinggi. Mereka memadukan ritme musik thongtek yang khas dengan langkah-langkah penuh antusiasme, menjadikan acara ini bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebuah perayaan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, S.M, Kepala Dandim Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E, Kepala Polres Jepara atau yang mewakili, serta Lurah Panggang, Ahmad Solikhin. Turut hadir pula Andang Wahyu Triyanto, S.E., M.M, yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh masyarakat Kabupaten Jepara yang menyaksikan festival ini.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Festival Thongtek sebagai bagian dari identitas budaya Jepara yang harus terus dilestarikan.
“Festival ini bukan hanya sebuah hiburan, tetapi juga merupakan bagian penting dari tradisi kita. Melalui acara ini, saya berharap musik tradisional thongtek dapat terus berkembang dan dikenal luas oleh generasi muda,” ujar Wakil Bupati.
Andang Wahyu Triyanto, S.E., M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, juga memberikan tanggapan terkait pentingnya pelestarian budaya melalui festival semacam ini.
“Acara seperti Festival Thongtek Ramadhan ini sangat penting karena selain sebagai ajang hiburan, juga berfungsi sebagai media untuk melestarikan budaya tradisional. Sebagai media tradisional, kita harus mendukung penuh kegiatan seperti ini yang dapat menyatukan masyarakat dan memperkenalkan budaya lokal kita kepada dunia luar,” kata Andang saat diwawancarai.
Ia juga mengungkapkan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga kebudayaan dalam memastikan bahwa tradisi seperti thongtek tetap hidup dan berkembang.
“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus mendukung program-program budaya yang melibatkan masyarakat, karena budaya adalah warisan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.
Festival Thongtek Ramadhan 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Jepara sangat menjaga dan mencintai tradisi budaya mereka. Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun peserta dan penonton yang hadir. Dengan terus mengapresiasi dan mendukung media tradisional seperti ini, kita berharap agar festival serupa bisa terus berkembang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas Kabupaten Jepara.
Acara ini tidak hanya berhasil menyatukan masyarakat dalam kebersamaan, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang ada di tanah air.